Jumat, 20 Mei 2011

Jangan ke Lantai Atas!

Eh, udah lama nggak nge-post lagi...
Maklum, kemaren-kemaren laptop kakak aku rusak..
Tapi, gak apa-apa! Hari ini ada cerita buat you, you, and you! hehehe...
Ok, so buruan simak ceritanya!!

  Caca pulang naik bis bertingkat malam ini. Ia menunggu di halte sedikit lama. Lalu, bis pun telah datang. Ia segera naik. Tapi, bis terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang ada. Tiba-tiba seorang nenek tua bicara pada Caca.
   "Jangan naik ke lantai atas, yak! Berbahaya!" kata nenek tua itu. Caca menurut saja. Memang kata beberapa temannya, biasanya sering terjadi peristiwa aneh di bis bertingkat.
   Esok malamnya, Caca naik bis bertingkat lagi. Wah, ada nenek tua yang kemarin. Ia kembali memperingatkan agar Caca tidak duduk di lantai atas. Akhirnya, Caca kembali menurut dan duduk di lantai bawah. Dan, akhirnya ia sampai di depan rumahnya.
   "Aneh, nenek itu ada lagi," gumam Caca.
   Esoknya, pada malam lebaran, Caca kembali bertemu nenek tua yang kemarin di bis bertingkat. Dan saat memasuki bis, sebelum nenek tua itu memperingatkan kembali, Caca berbicara mendahuluinya.
    "Nek, jangan peringatkan saya untuk tidak duduk di lantai atas. Malam ini adalah malam lebaran, jadi saya tidak takut apa-apa" nenek tua itu diam saja dan kembali duduk di kursi belakang bis seperti semula. Sementara Caca menuju lantai atas.
   Di lantai atas tidak ada siapa-siapa. Tetapi, Caca tak takut ketika itu. Ia duduk di atas hingga setengah jam lebih. Tapi, tidak terjadi apa-apa. Mungkin karena saat itu malam lebaran, dan mungkin juga nenek itu berbohong.
   Ketika turun dari lantai atas, Caca menghampiri nenek tua tersebut.
   "Nek, kenapa nenek menahan saya agar tidak naik ke atas. Toh, tidak terjadi apa-apa"
   "Di atas berbahaya! Tidak ada supirnya!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar